Blog Original Juga Bisa kena Tendangan Google Panda


Ngeriiii deeeh

Benarkah Google Panda Tidak Butuh Backlink?, Hari ini akan mengangkat topik yang masih sama seputar algoritma google 2011, Google Panda.




Posting kali ini akan membahas tentang efek "low quality content" atau konten kualitas rendah(konten sampah) terhadap rangking situs secara keseluruhan.

Ayo kita simak pernyataan om Michael Wyszomierski, seorang Project Manager di Google,Berikut ini :

Improve it or remove it. With Google's Panda Update, low-quality content can impact an entire domain, but removing these pages  or moving them to a different domain  can help your rankings

Terjemahan Bebasnya sebagai berikut :
Perbaiki atau Hapus artikel yang anda anggap memiliki kualitas yang rendah. Dengan dirilisnya Google Panda, Artikel/konten dengan kualitas rendah akan mengakibatkan efek buruk untuk rangking situs secara keseluruhan.
Dari pernyataan tersebut sudah cukup jelas, Alasan mengapa situs dengan konten original pun bisa kena Tendangan "si panda". Karena bisa saja, tanpa di sadari ada beberapa konten/artikel di blog sobat yang kurang berkualitas. Misalnya artikel lawas hasil copas pas jaman sobat masih baru mulai ngeblog.


Artikel-artikel sampah ini  yang tanpa sobat sadari mungkin ada diantara puluhan atau ratusan postingan blog sobat  akan berefek ke rangking situs secara keseluruhan.

Solusinya gmana Niih bro?................................................

Untuk menghindari "amukan" Google Panda ini, Ada 2 pilihan, Hapus atau perbaiki konten-konten sampah di blog sobat. Buka daftar postingan yang pernah sobat tulis, cek satu per satu artikel yang telah dipublis.

Jika artikel sampah dihapus, bukankah akan mengakibatkan broken link?

Untuk itu baca artikel Cara menghapus halaman posting dari SERP google. Dengan memanfaatkan fasilitas remove URL dari webmasters tools, tidak akan terjadi broken link dari artikel sampah yang di hapus.


Setelah sobat menyeleksi postingan kemudian memperbaikinya atau malah memilih untuk menghapus postingan-postingan sampah, Artinya, konsekuensi diamuk google panda yang sedang gencar melakukan razia konten sampah tidak akan mempengaruhi rangking blog sobat secara keseluruhan.


Diakhir, artikel-artikel di Blog bersifat diskusi terbuka. Siapapun bisa memberikan pendapatnya disini. Bagaimana? Apa pendapat sobat terhadap pernyataan om Michael Wyszomierski diatas?

Wah Low Gtu Google Suka Banget Sama kreatifitas niih terutama Si panda ………………wah gmana niih nasib plagiator sekarang kkkkkkkkkkk 


Gmana juga yah Nasib blogger AGC Apa berdampak juga tuw … so pasti jadi tendangan pertama tuuuh

Blogging untuk mencari dolar



Blogging untuk dolar mungkin berbunyi seperti pertunjukan game yang terakhir atau beberapa minum baru pasang taruhan, tapi ini adalah yang terakhir jadikan gila untuk pukul Internet. Bloggers memulai blogging untuk sejumlah alasan, tapi sebagai gerakan blog telah tingkat di ketenaran, mereka telah temukan jalan untuk mengurskan blogs mereka dan sedang melihat penyelesaian pembayaran persetujuan yang mengikat mereka. 
Apakah satu fokusnya blogger adalah untuk dikomunikasikan dengan pelanggan atau untuk mempunyai ria, mereka telah memulai perhatikan jalan untuk patut mendapatkan pendapatan dari blogs mereka. Jalan paling populer untuk bloggers untuk patut mendapatkan beberapa kas penambahan untuk proyek mereka adalah: 
1. )  Adsense Google  di BlogsGoogle AdSense mengijinkan webmasters untuk dengan dinamis melayani konten adpertensi relevan di blogs. Kalau klik pengunjung salah satu AdSense Ads Yang melayani ke blog, pemilik situs web adalah terkreditkan untuk penyerahan. Webmasters memerlukan hanyalah untuk memasukkan satu Google menghasilkan skrip Java ke dalam blog atau blog template. Laba-labanya Google menguraikan AdServing Blog dan servis ads bahwa berhubungan ke kontennya blog. Google mempergunakan satu kombinasi dari keyword mencocokan dan analisa hubungan kalimat untuk menentukan apa yang ads harus dilayani. 
2. )  Gabungan Program  (Pengesahan produk) Menggabungkan Program mengerjakan ketika satu situs afiliasi mendapat pendapatan untuk penjualan pembangkit, pimpinan, atau lalu lintas ke satu situs web jual-beli. Umumnya, bloggers akan menyebutkan atau menguasakan produk spesifik dan kalau pengunjung lokasi membeli produk, bloggers akan mendapat sebagian penjualan. 
3. )  Bisnis Promosi produk  pergunakan blogs untuk memperinci bagaimana spesifik mencirikan atau produk menambahkan ons dapat meningkat waktu kemampuan dan penyelamatan. Promosi produk kaya konten akan menolong dengan penempatan mesin pencari. 
4.)  Ads Sementara kurang populer dibandingkan di masa lalu, situs web dengan taraf lalu lintas ketinggian dapat masih patut mendapatkan pendapatan pantas dengan menjual panji atur jarak. 
5.)  Memperoleh Program Afiliasi untuk Kamu Dan Ads Tempat, , Texlink  Dan Dsb., Ini Cara Yang Mudah untuk memperoleh uang dari blogmu, Kamu dapat Mulai Sekarang Dan Monetise kemudian lalu lintas blogmu adalah hight
Sebagai Internet meningkatkan bloggers akan berlanjut mencari-cari jalan untuk mengurskan pendapat mereka dan pikir. Harian jurnal dan online yang blogs telah jadi lebih dari baru satu berarti komunikasi untuk banyak.

Artikel Public Relations


Fungsi Public Relations

Manajer atau pimpinan, seorang politikus yang modern, seharusnya  semakin memiliki PR minded dan menyadari  tidak dapat menentukan strategi yang tepat bila tidak mendalami fungsi PR dan peraturannya. Maka dapat dikatakan bahwa PR terlibat dan bersifat integratif (pemersatu) dalam manajemen organisasi tempat ia bekerja. dia harus memberi identitas organisasinya dengan tepat dan benar serta mampu mengkomunikasikannya sehingga publik menaruh kepercayaan dan mempunyai pengertian yang jelas dan benar terhadap organisasi tersebut. Dengan demikian pihak lain mau dan tertarik dengan senang hati, merasa puas membangun relasi maupun menggunakan produk atau jasanya.
1.       Kesuksesan Public Relations (PR) terletak pada apakah organisasi dan produk atau jasanya diakui dan diterima public
2.       Public Relations (PR) secara terus menerus mengadakan komunikasi atau dialog dengan public internal – eksternal
3.       Public Relations (PR) merupakan instrument dalam manajemen yang dengan secara kontinyu memberi informasi kepada kelompok public terkait.
4.       Informasi mengenai peraturan organisasi dan tanggung jawab terhadap apa yang dilakukan oleh organisasi.
5.       Public Relations (PR) merupakan fungsi manajemen, yang didasarkan pada analisis terhadap pengaruh yang kuat dari lingkungan, apa efek dan dampaknya terhadap public internal atau eksternal, peraturan yang setelah diolah menjadi perencanaan yang kongkrit untuk direalisasikan, demi keuntungan kedua belah pihak.
Hal – hal diatas merupakan sedikit untuk memberi gambaran  apakah sebenarnya fungsi Public Relations itu?
a.       Dalam buku Edwin Emery, Introduction to Mass Communications menyatakan ” The planned and organized effort of a company or institution to establish mutually beneficial through acceptable communications relationship with its various public” ( Upaya yang terencana dan terorganisir dari sebuah perusahaan atau lembaga untuk menciptakan hubungan – hubungan yang saling bermanfaat dnegan berbagai publiknya)”



b.      Pada dasarnya PR adalah:
*      Merupakan kegiatan yang bertujuan memperoleh goodwill, kepercayaan, saling adanya pengertian dan citra yang baik dari public atau masyarakant pada umumnya.
*      Memiliki sasaran untuk menciptakan opini public yang bisa diterima dan menguntungkan semua pihak.
*      Unsure penting dalam manajemen guna mencapai tujuan yang spesifik, sesuai harapan public tetapi merupakan kekhasan organisasi/perusahaan. Sangat penting bagaimana organisasi memiliki warna, budaya, citra, suasana yang kondusif dan menyenangka, kinerja meningkat, dan produktivitas bisa dicapai secara optimal.
*      Usaha menciptakan hubungan yang harmonis antara organisasi atau perusahaan dengan publiknya, internal atau eksternal melalui proses timbale balik, sekaligus menciptakan opini public sebagai efeknya, yang sangat guna sebagai input bagi organisasi/perusahaan yang bersangkutan.
c.       Kegiatan  PR haruslah dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan.
d.      Sukses PR dalam melaksanakan fungsinya, merupakan keterlibatan seluruh individu dalam organisasi, masing – masing dalam tugasnya, mulai dari top dan staf management sampai tingkat paling bawah dalam manajemen. Di sini komunikasi dan kerja sama sangat vital dalam pencapaian tujuan PR.
e.      PR haruslah dimulai dari masing – masing organisasi, dan organisasi itu sendiri.
Maka dengan fungsi PR tersebut, hubungan atau kerja sama, relasi dan kepercayaan antara organisasi dan lingkungannya, kebutuhan public, bisa terlayani dengan baik dan public akan merasa puas. Ini semua merupakan kelangsungan hidup organisasi atau perusahaan tersebut. PR merupakan instrument yang sangat penting dan urgent untuk perkembangan dan kemajuan organisasi sehingga mampu bersaing, secara terus menerus mengadakan recreatie dan sangat penting untuk memberi kepercayaan bagi publiknya.
Mengapa citra baik organisasi bisa dipertahankan dan dikembangkan semakin baik dan kepercayaan semakin besar? Dalam fungsinya, PR publik internal secara terus menerus diberi informasi mengenai peraturan, seluk beluk organisasi atau perusahaan yang harus mereka ketahui dan menambah daya ikut memiliki dan keterlibatannya semakin meningkat. Yang artinya, kesejahteraan mereka ikut meningkat. Ketenangan, suasana kerja terjamin. PR dalam fungsinya selalu berusaha mana yang bisa melibatkan dalam pengambilan keputusan ini dilaksanakan,mengingat orang diberi kepercayaan maka semakin orang menjadi bertanggung jawab.
Kalau itu semua dilaksanakan, berarti bahwa para karyawan diberi tahu dan mengerti problem apa saja yang dihadapi organisasinya. Itu berarti bisa dikatakan oleh masing – masing karyawan “ problem apa yang kita / saya hadapi?”. Dengan komunikasi yang tepat dan benar serta pendekatan yang penuh kepercayaan, akan memotivasi dan menyadarkan para karyawan ikut melibatkan diri dalam mengatasi problem tersebut. Dengan kesadaran tersebut maka Public Relations secara kontinyu meminimalisasi munculnya keluhan, konflik, isu – isu dsb.
Public Relations (PR) menyadari bahwa komunikasi yang baik dan etis serta hubungan manusiawi merupakan instrument dalam mengatasi hubungan yang tegang ataupun sampai terjadinya konflik. Dengan komunikasi itu menjadi muncul adanya saling pengertian dan kepercayaan. Artinya mengakui bila ada kesalahan, kekeliruan, tetapi menyadari bahwa ada kemungkinan utnuk mengadakan perbaikan demi perkembangan yang akan lebih menguntungkan semua pihak ( saling keterbukaan).
Public Relations (PR) sebagai “jalan penengah” antara organisasi dan publik internal atau eksternal. Dengan singkat dapat dikatakan bahwa fungsi PR adalah memelihara, mengembangtumbuhkan, mempertahankan adanya komunikasi timbal-balik yang diperlukan dalam menangani, mengatasi problem yang muncul atau meminimalkan munculnya problem. Public Relations bersama – sama mencari dan menemukan kepentingan organisasi yang mendasar, dan menginformasikan kepada semua pihak yang terkait dalam menciptakan adanya saling pengertian, yang didasarkan pada pernyataan, kebenaran, pengetahuan yang jelas dan lengkap, serta perlu diinformasikan secara jujur, jelas, dan objektif (S. Black en Melvin L. Sharpo).
Langkah Public Relations dalam Melaksanakan Fungsinya
a.       Tujuan organisasi harus jelas, transparan, perlu diperhatikan perbedaan antara teori dan praktik.
b.      Peninjauan kembali, perlu duduk bersama dengan direksi, bersama-sama mempertimbangkan, menggunakan komunikasi yang sehat dan etis, demi pencapaian tujuan untuk keuntungan semua pihak.
c.       Membuat konsep, kualitas produk atau jasa yang akan direalisasi dengan segala sesuatu yang terkait termasuk sarana prasarana.
d.      Inventarisasi pelanggan, apakah sudah sesuai dengan rencana. Dengan perhitungan yang tepat dengan penggolongan pelanggan potensial, yang cukup umum, yang baru apakah mungkin memerlukan kekhususan.
e.      Produk atau jasanya apakah sudah benar sesuai kebutuhan, keinginan, harapan public, dan pengguna jasa dengan memperhitungkan kemampuan, kepentingan organisasi atau perusahaan demi keuntungan bersama.
f.        PR sebaiknya perlu meminta kepada direksi utnuk memberi pengarahan. Supaya visi atau misi organisasi atau perusahaan tidak terabaikan dan benar-benar tidak dirugikan dan justru memberi kesejahteraan kelangsungan hidup organisasi. Dengan dampak positif ini kepercayaan public akan meningkat.
g.       Memberikan kesempatan direksi untuk memberi idenya, usulan dan terutama kritik. Ini sangat penting supaya benar – benar lengkap semua kebutuhan diintegrasikan, sehingga semua pihak merasa puas, tidak ada ganjalan, dan apa yang masih perlu disampaikan bisa diolah dan diintegrasikan dalam kegiatan PR tersebut. dan terutama kritik merupakan input yang sangat penting untuk mengadakan perbaikan, perubahan sesuai dengan kebutuhan, dan keinginan dari harapan kedua belah pihak.
h.      Mengambil inti pertemuan. Waktu sangat berharga dan setiap relasi, komunikasi yang baik dan etis akan menyadarkan adanya saling membutuhkan, ketergantungan dan motivasi untuk jadi lebih baik dan lengkap. Inti pertemuan akan membuahkan hasil yang berkualitas, tujuan yang optimal, semua pihak puas, dan kesejahteraan meningkat.
i.         Memilih atau menggunakan media yang tepat. Yaitu peka terhadap lingkungan, mengerti dan menyadari kekuatan organisasi atau perusahaan, perhitungan biaya tidak meleset. Mengenal masing-masing keunikan media dan bagaimana penggunaanya, diperuntukkan utnuk apa, memperhitungkan jarak atau frekuensinya, dst.
j.        PR itu mendengarkan, memperhatikan, menghargai, mempercayai lewat ide, pendapat, usul, keinginan, kebutuhan, keluhan, kritik, dan lainnya. Maksudnya, seorang PR harus memiliki kepekaan, kedewasaan, dan kematangan. Maka dengan persyaratan dasar dan persyaratan mental, PR akan membentuk pribadi menjadi semakin matang, dewasa, dan profesional dibidangnya.

Komunitas Belajar: DIMENSI METODE DAN PROSEDUR KERJA PERKANTORAN

Komunitas Belajar: DIMENSI METODE DAN PROSEDUR KERJA PERKANTORAN: TEKNOLOGI PERKANTORAN DALAM DIMENSI METODE DAN PROSEDUR KERJA Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dilingkungan organisasi sud...

DIMENSI METODE DAN PROSEDUR KERJA PERKANTORAN

TEKNOLOGI PERKANTORAN  
DALAM DIMENSI METODE DAN PROSEDUR KERJA
Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dilingkungan organisasi sudah menjadi kebutuhan bagi tiap orgnisasi untuk mencapai efisiensi dan efektivitas organisasi. Berdasarkan tujuan dari penerapan teknologi maka berbagai bentuk aplikasi teknologi dan informasi yang tersedia dimanfaatkan antara lain aplikasi perkantoran (pengolahan data,perhitungan, pengolahan grafis),fasilitas komunikasi (email,chatting,teleconference),sistem pendukung keputusan dan sistem informasi manajemen.
Dampak yang perlu dikaji dari kehadiran teknologi dalam organisasi adalah terjadinya perubahan dibeberapa hal antara lain cara bekerja maupun proses bisnis. Perubahan ini antara lain dapat dipresentasikan misalnya cara berkomunikasi pada saat belum menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dapat digantikan dengan email. Rapat biasannya dilakukan harus dalam satu lokasi dapat dilakukan peserta yang berbeda lokasi dengan memanfaatkan teleconference.Pengolahan data yang biasa memerlukan waktu lama karena dilakukan secara manual maka dapat dipercepat secara signifikan bahkan dengan tingkat keakuratan yang lebih baik
Faktor utama yang menentukan keberhasilan dari penerapan teknologi informasi dan komunikasi dalam organisasi  adalah sumber daya manusia. Sumberdaya manusia khususnya adalah Pengguna dari teknologi informasi dan komunikasi tersebut. Kunci awal dari penerapan teknologi adalah kemauan pengguna untuk menerima teknologi tersebut.
Beberapa Penelitian dilakukan untuk mempelajari proses integrasi teknologi semenjak tahun 1980-an. Salah satu teori integrasi yang cukup populer adalah technology Acceptance  Model (TAM). TAM mendeskripsikan terdapat dua faktor yang secara dominan mempengaruhi integritas teknologi. Faktor pertama adalah persepsi pengguna terhadap manfaat teknologi.Sedangkan faktor kedua adalah pesepsi pengguna terhadap kemudahan penggunaan teknologi. Kedua faktor tersebut mempengaruhi kemauan untuk memanfaatkan . Selanjutnya kemauan untuk memanfaatkan teknologi akan mempengaruhi penggunaan teknologi yang sesungguhnya.
Ada beberapa alternatif pendekatan untuk menghadapi masalah yang menimbulkan konflik antara kebutuhan teknologi dan kebutuhan organisasi seperti:
1  Manajemen memodifikasikan teknologi informasi agar dapat menyesuaikan diri dengan organisasi perkantoran yang telah ada dan telah berjalan.
2. Manajemen memodifikasikan organisasi perkantoran agar dapat menetapkan dan memformalkan hubungan-hubungan yang diminta oleh teknologi informasi.
3.  Manajemen mempertahankan baik organisasi perkantoran yang ada maupun teknologi informasi yang tersedia namun pendekatan itu dibarengi oleh kegiatan untuk memperkenalkan mekanisme agar dapat mengurangi ketaksesuaian dan konflik diantara organisasi dan teknologi informasi tersebut.
Dalam suatu manajemen kantor, informasi yang dihasilkan baik berupa dokumen-dokumen maupun bentuk informasi lain, dilakukan pemrosesan dan pengolahannya dengan pemanfaatan peralatan dan mesin-mesin kantor, yang dalam perkembangannya merupakan teknologi yang sangat diperluka, karena organisasi turut berkembang dan tuntutan masyarakat semakin pesat dan kompleks, maka teknologi (khususnya teknologi perkantoran) ikut berkembang seiring dengan meningkatnya kecerdasan manusia dalam menciptakan teknologi modern, serta di sisi lain tuntutan kemajuan organisasi dan kebutuhan masyarakat sendiri akan informasi.
Maka secara bertahap alat-alat konvensionalpun kemudian berkembang semakin pesat, dengan lahirnya peralatan yang menggunakan mesin-mesin modern. Keuntungan dari penggunaan alat-alat teknologi kantoran antara lain:
1.   Untuk memperlancar efektifitas pengolahan data.
2.   Untuk meniningkatkan ketelitian dan memperbaiki suatu pekerjaan.
3.  Untuk menghemat waktu, karena pekerjaan dapat dikerjakan lebih cepat dan tepat.
4.   Hasil pekerjaan akan lebih kuat, rapi dan tersistem.
5. Dapat menampung, mengorganisasi dan mengolah data secara lebih komprehensif dan terpadu.
6.  Untuk mengurangi kelelahan pegawai sehingga tidak mengurangi semangat dan etos kerja
      Proses manajemen di dalam manajemen kantor adalah suatu sistem rangkaian aktifitas manajemen kantor, terdiri dari kegiatan-kegiatan subsistem-subsistem yang saling berkaitan serta tidak dapat di pisahkan satu sama lain.
Pola sistem yang bekerja di dalam suatu manajemen kantor merupakan gambaran sempurna dari seluruh kantor untuk di ketahui, bahwa setiap pola sistem yang berlaku akan terdiri dari sejumlah prosedur.
      Prosedur merupakan urutan pekerjaan atau kegiatan yang terencana dengan tujuan untuk menangani aktifitas yang berulang. Contoh sederhana adalah penanganan surat masuk atau keluar,sejak dari penerimaan atau pembuatan sampai pada tahap akhir penyimpanan adalah merupakan rangkaian kerja/mekanisme sistem yang terdiri dari prosedur-prosedur kerja, demikian berulang-ulang pada setiap jenis kegiatan yang sama.
Contoh lain adalah:
Sistem penjualan  : Personalia, mesin, formulir, perlengkapan dan warkat.
Prosedur     : Pemrosesan pesanan, pengiriman barang, akunting untuk pengiriman,   penerimaan pembayaran untuk penjualan, penanganan klaim dan penyesuaian, dan analisa penjualan.
Metode         :       Metode adalah alat atau sarana mekanis untuk melaksanakan  setiap pekerjaan, terdiri dari:
-      Pemberitahuan penerimaan pesanan
-      Pemeriksaan status kredit langganan
-      Persiapan faktur penjualan
-      Distribusi kope faktur kepada departement pengiriman
-      Pemeriksaan kope pengiriman yang dikembangkan dari departement pengiriman
-      Lengkapan faktur penjualan (biaya transport dsb)
-      Distribusi kope kepada langganan departement akunting dan berkas langganan
      Suatu manajemen kantor yang memanfaatkan teknologi perkantoran dalam aktifitasnya merupakan proses mekanisme kerja sebagai suatu sistem, di mana pelaksanaannya diatur melalui prosedur-prosedur kerja yang telah ditetapkan, dengan berbagai metode tertentu pula yang dilaksanakan.
Penggunaan teknologi dalam manajemen perkantoran tanpa prosedur dan metode kerja yang telah berlaku, akan berakibat tidak beruntungnya suatu hasil kerja teknologi tersebut, terutama di dalam menghasilkan informasi.
Suatu aktifitas kantor yang merupakan suatu mekanisme sistem, adalah rangkaian kegiatan dari komponen-kompenen sistem yang saling terintegrasi untuk suatu sistem mekanisme kerja yang baik, harus di tunjang dengan prosedur dan metode kerja yang baik pula.
Metode dana prosedur kerja yang baik, satu diantaranya adalah penggunaan teknologi yang tepat dan memadai serta sesuai dengan perkembangan teknologi itu sendiri.
Teknologi perkantoran ditinjau dari metode dan prosedur kerja dalam suatu organisasi kantor adalah menyesuaikan teknologi dengan metode dan prosedur kerja yang ditetapkan serta di sesuaikan dengan karakteristik kantor tersebut.
Peranan teknologi perkantoran secara metodis dan prosedural kegiatan kantor antara lain:
1.       Dilihat dari metode kerja :
a.       Menciptakan metode kerja yang mengarah pada pencapaian tujuan yang efektif dan efisien.
b.      Menambah efisiensi kerja kantor.
c.       Membantu manajemen dalam menilai pekerjaan kantor dan subsistem-subsistem pekerjaan.
d.      Mengadakan penghematan waktu dan biaya.
e.       Memeriksa pengeluaran yang sifatnya memboroskan penggunaan pegawai dan catatan-catatan yang tidak perl


2.       Dilihat dari prosedur kerja :
a.       Semakin mempermudah pelaksanaan kegiatan sehingga berjalan secara efisien dalam hal waktu dan tenaga.
b.      Semakin lancarnya kegiatan kerja sehingga menghasilkan pekerjaan tang efektif.
c.       Semakin sederhana (singkat).
d.      Semakin efisien kerja (cepat)








Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Popular Posts

 

http://www.jhoeydhyn.blogspot.com | |